Minggu, 14 Oktober 2012

Dia menangis

"Telp bang" sms itu masuk. Aku yang waktu itu sedang makan langsung menelponnya. Dengan suara sambil menguyah aku berbicara. " Udah makan yank?" tanyaku. "Belum sempat makan, ni baru mau makan jari kelingking tertimpa balok" jawabnya. "Aku yang samar-samar mendengar tidak begitu paham apa yang dibicarakan. "Tuuuttt,,," telpon genggamku kehabisan pulsa. Segera kuselesaikan makanku kemudian aku pulang ke rumah dinasku dan memindah pulsa dari nomor yang lain. Kemudian kutelpon kembali. "Kenapa yankk?" tanyaku. Cerita bergulir dan dapatlah kutangkap yang dimaksud. Jari kelingking kaki wanita yang kusayang ini tertimpa balok. Sakit, tentu. Katanya bengkak, sakit sekali sampai terisak dia menceritakan. Mungkin banyak yang terlintas dalam pikirannya keadaan jari kelingking kakinya, mau ujian senin depan, akan praktek, banyak mungkin. Kucoba menenangkannya malah membuatnya semakin panik dan menangis. Walah. Pikiranku terotomatisasi memikirkan hal-hal yang terburuk. "Apakah Undo tahu?" kutanyakan. "enggak" jawabnya. Rupanya akulah manusia pertama yang diberitahukannya. Terimakasih sayang. Kutanyakan apakah ada simpanan obat penghilang rasa nyeri, pakai saja balsem buat sementara, atau kompres dengan batu es. Akhirnya dibelikanlah obat ke apotik. Kuabaikan kerjaku untuk menemaninya sejenak walau hanya lewat suara. Yang malahan aku tertidur. Kemudian dibangunkan suara lembutnya "Bang shalat jum'at lagi" katanya. Teruntuk kekasihku yang sedang ujian dan lagi sakit. Cepat sembuh dan sukses ujiannya ya. Tetap semangat dan sabar.

Posted by ShoZu

1 komentar:

gusnita inda rahyu mengatakan...

Terima kasih, sayank,,,