Lupakan kekecewaan, karena
harapan dimasa depan masih
terbentang luas dan begitu cerah.
Kamis, 12 Juli 2012
Rabu, 11 Juli 2012
enam bulan ku bersamamu
Sebelas Januari 2012, kunyatakan rasaku kepadamu. Aku tidak pikir panjang apakah harus kunyatakan, kamu terima, terlalu cepatkah atau lainnya. Kunyatakan saja habis perkara. Aku tidak main-main denganmu. Kamulah yang mengisi kosong dalam hatiku.
Tahukah kamu, hati ini telah lelah mencari. Ku hanya inginkan hatimu tempatku bersandar. Kamu lah pusat tata surya ku. Yang tak pernah lelah menjaga stabil, selalu bersinar sampai kamu pun lupa bahwa kamu sedang pancarkan sinarmu.
Enam bulan, terasa singkat berlalu. Aku butuh kamu selamanya di sini, di hati ku. Banyak cerita bergulir, banyak sakit mendera, banyak tawa entah karena lucu atau senang. Aku merasa sangat nyaman denganmu, sayang. Tetaplah kamu jaga hati dan dirimu untuk kita.
Enam bulan telah berlalu. Ibarat anak sekolahan sudah saat bayarkan uang semesteran. Namun aku hanya bisa mengucapkan terima kasih dari hatiku yang paling dalam. Terimakasih telah menjadi bagian dari hidupku. Aku akan bawa kamu kemanapun aku pergi dalam hatiku selama-lamanya.
Sayang, aku pun meminta maaf atas salah ku. Yang terkadang aku egois kepadamu. Namun kamu pun tetap mengertikan aku. Entah kesal itu telah hilang atau tidak, aku akan tetap meminta maaf kepadamu. Maafkan aku, sayang.
Sayang, aku tetap selalu bersamamu. Aku akan selalu menjagamu, mempertahankanmu, menyayangimu, bahagiakan. Seperti pinta mu kepadaku.
11 Januari- 11 Juli 2012
Tahukah kamu, hati ini telah lelah mencari. Ku hanya inginkan hatimu tempatku bersandar. Kamu lah pusat tata surya ku. Yang tak pernah lelah menjaga stabil, selalu bersinar sampai kamu pun lupa bahwa kamu sedang pancarkan sinarmu.
Enam bulan, terasa singkat berlalu. Aku butuh kamu selamanya di sini, di hati ku. Banyak cerita bergulir, banyak sakit mendera, banyak tawa entah karena lucu atau senang. Aku merasa sangat nyaman denganmu, sayang. Tetaplah kamu jaga hati dan dirimu untuk kita.
Enam bulan telah berlalu. Ibarat anak sekolahan sudah saat bayarkan uang semesteran. Namun aku hanya bisa mengucapkan terima kasih dari hatiku yang paling dalam. Terimakasih telah menjadi bagian dari hidupku. Aku akan bawa kamu kemanapun aku pergi dalam hatiku selama-lamanya.
Sayang, aku pun meminta maaf atas salah ku. Yang terkadang aku egois kepadamu. Namun kamu pun tetap mengertikan aku. Entah kesal itu telah hilang atau tidak, aku akan tetap meminta maaf kepadamu. Maafkan aku, sayang.
Sayang, aku tetap selalu bersamamu. Aku akan selalu menjagamu, mempertahankanmu, menyayangimu, bahagiakan. Seperti pinta mu kepadaku.
11 Januari- 11 Juli 2012
Minggu, 08 Juli 2012
sayangku...
Seharian ini aku mencoba menghilangkanmu dariku. Aku sibukkan diriku. Aku tak ingin menelponmu. Aku tak ingin mengirimkan pesan kepadamu. Buka akun situs jejaring sosial pun aku tak ingin. Aku takut mengganggumu. Yang sekarang tengah sibuk menghadapi ujian akhir semester. Jujur aku katakan aku tidak sanggup namun aku akan berusaha.
Aku hanya bisa berdoa dan sedikit menyemangatimu. Bukan aku meminta perhatian. Kamu adalah cahaya, cahaya harapan bagi keluargamu. Maka izinkanlah aku ikut andil dalam menjaga cahaya itu tetap menyala dan menyilaukan mata yang melihat.
Sayangku.. Aku tahu kamu ingin aku mengerti keadaanmu yang sekarang. Namun aku telah mengamininya sebelum kamu pinta.
Kamu adalah wanitaku. Kamu adalah wanita yang sempurna, aku bangga kamu ada di sampingku. Aku akan temani kamu dalam senang dan sedih.
Jangan disangka ini mudah untukku. Kamu dan aku seolah-olah tidak saling menghiraukan untuk sementara waktu. Aku hanya ingin kamu bisa berkonsentrasi menghadapi ujian akhir semester-mu.
Selamat ujian akhir semester sayangku, Gusnita Inda Rahyu
I love you
Sei. Rumbai, Dharmasraya, 8 Juli 2012
Aku hanya bisa berdoa dan sedikit menyemangatimu. Bukan aku meminta perhatian. Kamu adalah cahaya, cahaya harapan bagi keluargamu. Maka izinkanlah aku ikut andil dalam menjaga cahaya itu tetap menyala dan menyilaukan mata yang melihat.
Sayangku.. Aku tahu kamu ingin aku mengerti keadaanmu yang sekarang. Namun aku telah mengamininya sebelum kamu pinta.
Kamu adalah wanitaku. Kamu adalah wanita yang sempurna, aku bangga kamu ada di sampingku. Aku akan temani kamu dalam senang dan sedih.
Jangan disangka ini mudah untukku. Kamu dan aku seolah-olah tidak saling menghiraukan untuk sementara waktu. Aku hanya ingin kamu bisa berkonsentrasi menghadapi ujian akhir semester-mu.
Selamat ujian akhir semester sayangku, Gusnita Inda Rahyu
I love you
Sei. Rumbai, Dharmasraya, 8 Juli 2012
Jumat, 06 Juli 2012
aku rindu..
Aku rindu kepadamu. Aku ingin segera bertemu denganmu di kota itu. Malam ini aku akan berangkat dengan bus ke kota mu. Akan kunyatakan penyesalanku, kau tersakiti. Aku sangat menyayangimu.
Apa daya, niatku tak terlaksana. Kamu sama dengan ibuku. Tidak menginginkanku ke sana. Memang aku ada keperluan esoknya. Namun bertemu denganmu sudah cukup. Aku tidak akan memikirkan apa-apa lagi. Sekali lagi, aku hanya ingin bertemu denganmu. Aku rindu kamu.
Apa daya, niatku tak terlaksana. Kamu sama dengan ibuku. Tidak menginginkanku ke sana. Memang aku ada keperluan esoknya. Namun bertemu denganmu sudah cukup. Aku tidak akan memikirkan apa-apa lagi. Sekali lagi, aku hanya ingin bertemu denganmu. Aku rindu kamu.
Senin, 18 Juni 2012
siang ini begitu panas dan berkabut
Akhir-akhir ini hari terasa kian panas dan berkabut. Sekarang aku kembali ke Riau, tepatnya di Rawang Kao, Lubuk Dalam, Siak. Kalau panas memang dari dulu Riau yang kurasakan sebelumnya juga panas. Tidak seperti Sumatera Barat. Kalau masalah kabut, asap, memang telah dapat ditebak, ada kebakaran hutan. Entah disengaja atau pun tidak yang jelas hutan yang telah dibakar atau terbakar tidak akan digantikan dengan hutan kembali. Namun tentu akan digantikan dengan "komoditas" yang lebih menjanjikan. Ah.. Paham sama paham sajalah. Sayang sekali hutan hilang, kita tidak dapat berbuat apa-apa.
sepinya diri tanpamu kasih
Apa kabarmu wahai kekasih. Kuharap kamu baik-baik saja. Sedih hati ini tanpamu. Sepi terasa hari. Aku hanya berharap kamu jaga diri dan hatimu untuk kita.
Selasa, 08 Mei 2012
9 Mei 2012
Tak terasa masa liburanku telah habis. Aku harus meninggalkan Sumatera Barat lagi. Masa yang sangat singkat ini kugunakan sebaik-baiknya. Ada urusan keluarga, saudara, dan cinta. Sungguh aku tidak bisa mengungkapkan bahagianya aku, tak cukupnya waktu, dan rinduku. Dalam hal ini yang bisa kusimpulkan, aku sedang berusaha untuk tetap menjaga dan menjalin silahturahmi.
Untuk masalah cinta, aku sangat bahagia sekali kembali ke Sumatera Barat sejenak. Seorang gadis yang sangat kusayangi, aku rindukan setengah mati, dan kelak akan menjadi bagian keluargaku. Aku sangat bahagia sekali berjumpa denganmu. Ketika kau datang hampiri aku yang menunggu di persimpangan lampu merah, senyumanmu begitu anggun dan tampak sedikit malu menambah corak wajahmu yang cantik. Aku terkadang biasa memanggilmu "Bundaku cantik". Aku tidak peduli kalau kau tidak suka dipanggil dengan panggilan itu, kau memang cantik!
Banyak lagi cerita lain dalam masalah cinta yang bisa kusampaikan. Tapi yang ingin kutekankan. Kau adalah yang pertama dan terakhir dalam pencarian cintaku. Aku sangat sayang kepadamu. Aku berjanji akan selalu menjagamu selama hidupku. Aku sangat bangga memilikimu. Dan aku yakin kau akan menjadi ibu yang baik. Aku adalah milikmu dan kau adalah milikku.
Rabu, 9 Mei 2012 ini aku akan kembali meninggalkan Sumatera Barat. Aku akan meninggalkan dirimu kembali, Bundaku cantik. Tapi yakinlah aku pergi untuk dekat denganmu. Jagalah diri dan hatimu untukku. Jangan kau bersedih hati lagi, aku akan selalu ada untukmu. Aku akan selalu mendukungmu dalam meraih cita-citamu. Aku pun sepaham dengan apa yang disampaikan kedua orang tuamu, ayah dan amak.
Bundaku cantik..
Bundaku sayang...
Kita akan wujudkan cita dan cinta ini bersama...
Langganan:
Postingan (Atom)