Kamis, 15 Desember 2011
Pagi yang cerah
Ingin ku lihat langsung senyum mu pagi ini
Cerahkah senyum mu pagi ini
Ku harap kau tetap tersenyum menghadapi hari ini
Selamat pagi
Good night
Iringan alunan beethoven
Menutup kepenatan seharian
Dengan hari yang semakin kelam
Ku ucapkan selamat malam
Good Night
Menutup kepenatan seharian
Dengan hari yang semakin kelam
Ku ucapkan selamat malam
Good Night
Hobi baru (balax), penyegar kembali probabilitas
Telah lama ku pelajari tentang peluang dalam ilmu matematika. Sekitar ± 9 tahun yang lalu oleh seorang guru bernama Yasmurti Permatasari yang sekarang mengajar di SMA N 5 Padang. Yang ku ingat waktu itu adalah peluang sebenarnya bukanlah ilmu pasti. Namun bisa dihitung terjadinya suatu kemungkinan. Mohon dikoreksi, Bu. Kalau ada penjelasan ananda yang salah, itu pun kalau ibu lihat blog saya ini.
Misalnya peluang koin Rp 500,- yang ada gambar melati (M) dan di belakangnya lambang garuda (G). Jika dianggap hanya G atau M yang akan ditampakkan dalam satu pelemparan koin dan bukan koin berdiri, bukan G atau M. Maka kita mulai sedikit pembahasan menghitung peluang yang maksudkan disini. Singkat saja peluang dalam satu kali pelemparan koin G:M=1:1.
Pemahaman lebih lanjut baca kembali buku yang membahas masalah ini. Salah anda bolos atau malas ketika pelajaran ini diajarkan oleh guru anda sendiri. Padahal kalau paham pendahuluan pada bab probabilitas tentu anda akan tahu ini ilmu judi, tentu anda telah menjadi manusia setingkat dibawah God of Gambler.
Ya, ini bisa diterapkan pada permainan domino yang keseluruh kartu ada 28 buah. Sehingga peluang diambilnya salah satu kartu dapat kita nilai 1/28. Permainan domino di masing-masing daerah tentu berbeda. Namun peluang 1/28 tadi tetap berlaku di mana saja. Penasaran untuk cerita lebih lanjut? Yah, baca sendiri lah lagi. karena penulis pun mengetik apa yang ada dalam pikiran penulis sendiri. Tanpa ada referensi yang langsung saat ini. Salam.
Rabu, 14 Desember 2011
Dua belas jam lebih
Dua belas jam lebih ku tidur dan baru bangun nih. Lelah badan ku bawa rehat, lapar terasa ku makan, kantuk ku rasa kubawa tidur. Dua belas jam lebih tidur keterlaluan, kerbau. Tapi tidak mengapalah, manusia perlu keseimbangan dalam hidup. Laki-laki dan wanita, lapar dan makan, haus dan minum, siang dan malam, kalau berhutang ya dibayarkan. Inilah efek bergadang kemarin hari yang terhutang dengan tidur lebih.
Selasa, 13 Desember 2011
Baru Pulang
Ya. Jam 14.00 WIB baru pulang dari tempat aktivitas rutin. Lelah? tentu! Semalam tidak tidur sampai saat ku ketik tulisan ini. Dalam sedang menjalani rutinitas tadi dipikir-pikir lagi tentang entri sebelumnya. Kupikir memang tidak hanya ilmu saja yang akan ku ketik, bahkan lemo (bahasa minang:ingus) pun, hal-hal yang tidak penting pun tidak akan luput ku tulis di sini. Tapi tak apa lah, resiko anda sebagai pengunjung situs kalau mampir ke blog ini dan ikut membacanya!.
Banyak bercerita dengan senior kuselingi saat bekerja agar kantuk sedikit bisa ditahan. Kadang diikuti canda dan ejek yang kadang lupa batas. Itu tidak masalah bagi kami karena saling membalas. tidak sedikit juga trik dan pengalaman ku dapat dari senior ini. Dari cerita politik, hukum, manajemen, kesehatan disempatkan untuk dibahas dengan ringan.
Satu hal yang menarik diceritakan di sini adalah pengalaman mengenai keberanian untuk selalu kritis terhadap sesuatu hal. Ya, tidak jauh beda dengan yang pernah diungkapkan oleh seorang Rene Descrates " Corgito Ergosum", aku berfikir maka aku ada. Kritislah terhadap berbagai hal, pertanyakanlah apapun sampai tuntas atau paling tidak mendekati tuntas. Dan tetaplah belajar dari yang terjadi. "Yang penting prosesnya" kata seseorang bijak, ya, kita memang selalu berproses yang tidak pernah ada selesainya.
Walaupun sebenarnya ungkapan Rene Descrates ini pada akhirnya ku anggap ada hal-hal yang tidak sesuai dengan kondisi dan waktu tertentu. Kapan ada waktu kita bahas masalah ini.
Walaupun sebenarnya ungkapan Rene Descrates ini pada akhirnya ku anggap ada hal-hal yang tidak sesuai dengan kondisi dan waktu tertentu. Kapan ada waktu kita bahas masalah ini.
Pada akhirnya sampai di sini dulu ketikan singkat ini. Sampai jumpa dengan ketikan selanjutnya.
Mencoba untuk eksis kembali
Senin, 11 Januari 2008. Itulah hari dan tanggal terakhir ku mengetik (tepatnya copy-paste) dan menerbit tulisan terakhir kali. Diinspirasi oleh blog seorang teman, blognyayoan.blogspot.com, ku ingin kembali menulis mengeluarkan isi kepalaku sendiri. Mungkin juga "salin-tempel" di mana rasa perlu bahkan tanpa izin.
Begitu juga halnya dengan adanya blog ini sebagai bentuk "mencatat" yang dimaksudkan diatas. Yang nantinya akan berisikan hal-hal yang pernah ku lihat, ku dengar, ku raba, dan ku rasakan. Boleh jadi hasil bacaan, kejadian disekitar, atau pengalaman. Tentulah bisa dianggap ilmu bagi diri sendiri namun bisa juga tidak bagi yang lain. Karena beragam artian dari ilmu yang dimaksudkan.
Karena pukul sudah menunjukkan 07:00 WIB, ku harus mempersiapkan diri untuk beraktifitas hari ini. "mari mandi dan gosok gigi" nyayian Bang Iwan. Sekian dulu!
Ali bin Abi Thalib pernah mengatakan "ikatlah ilmu dengan mencatatnya". Walau tampak klise dan zaman pun berubah dengan segala kecanggihannya. Tapi, "mencatat" yang dimaksudkan bisa berupa mengetik, merekam, mengukir, bahkan menyimpan dalam perangkat paling mutakhir pun dapat kita pahami.
Begitu juga halnya dengan adanya blog ini sebagai bentuk "mencatat" yang dimaksudkan diatas. Yang nantinya akan berisikan hal-hal yang pernah ku lihat, ku dengar, ku raba, dan ku rasakan. Boleh jadi hasil bacaan, kejadian disekitar, atau pengalaman. Tentulah bisa dianggap ilmu bagi diri sendiri namun bisa juga tidak bagi yang lain. Karena beragam artian dari ilmu yang dimaksudkan.
Karena pukul sudah menunjukkan 07:00 WIB, ku harus mempersiapkan diri untuk beraktifitas hari ini. "mari mandi dan gosok gigi" nyayian Bang Iwan. Sekian dulu!
Selasa, 12 Juli 2011
Kejang demam sederhana dan kejang demam kompleks
Kejang demam sederhana merupakan bentuk kejang demam yang paling jinak. Dikatakan kejang demam sederhana jika kejang yang terjadi bersifat menyeluruh, berlangsung tak lebih dari 15 menit dan kejang hanya terjadi satu kali dalam 24 jam.
Apabila salah satu di antara tiga ciri kejang demam sederhana tidak terpenuhi, maka kejang demam disebut kejang demam kompleks. Misalnya kejang demam yang berlangsung lebih(d ri 15 menit atau kejang yang terjadi hanya pada sebagian anggota tubuh atau kejang yang berulang dalam 24 jam.
Langganan:
Postingan (Atom)